Monday, December 27, 2010

Cinta : Sebuah Karya dari Khalil Gibran

kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?
ketika kita menangis?
ketika kita membayangkan?
itu karena hal terindah di dunia tdk terlihat

ketika kita menemukan seseorang yang
keunikannya sejalan dengan kita, kita bergabung
dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan
serupa yang dinamakan cinta.

Ada hal2 yang tidak ingin kita lepaskan,
seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan,
tapi melepaskan bukan akhir dari dunia,
melainkan suatu awal kehidupan baru,
kebahagiaan ada untuk mereka yang tersakiti,
mereka yang telah dan tengah mencari dan
mereka yang telah mencoba.
karena merekalah yang bisa menghargai betapa
pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan
mereka.

Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu
menitikan air mata dan masih peduli terhadapnya,
adalah ketika dia tidak memperdulikanmu dan
kamu masih menunggunya dengan setia.

Adalah ketika di mulai mencintai orang lain dan
kamu masih bisa tersenyum dan berkata
” aku turut berbahagia untukmu ”

Apabila cinta tidak bertemu bebaskan dirimu,
biarkan hatimu kembalike alam bebas lagi.
kau mungkin menyadari, bahwa kamu menemukan
cinta dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati
kamu tidak perlu mati bersama cinta itu.

Orang yang bahagia bukanlah mereka yang selalu
mendapatkan keinginannya, melainkan mereka
yang tetap bangkit ketika mereka jatuh, entah
bagaimana dalam perjalanan kehidupan.
kamu belajar lebih banyak tentang dirimu sendiri
dan menyadari bahwa penyesalan tidak
seharusnya ada, cintamu akan tetap di hatinya
sebagai penghargaan abadi atas pilihan2 hidup
yang telah kau buat.

Teman sejati, mengerti ketika kamu berkata ” aku
lupa ….”
menunggu selamanya ketika kamu berkata ”
tunggu sebentar ”
tetap tinggal ketika kamu berkata ” tinggalkan aku
sendiri ”
mebuka pintu meski kamu belum mengetuk dan
belum berkata ” bolehkah saya masuk ? ”
mencintai juga bukanlah bagaimana kamu
melupakan dia bila ia berbuat kesalahan,
melainkan bagaimana kamu memaafkan.

Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan,
melainkan bagaimana kamu mengerti.
bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa
yang kamu rasa,
bukanlah bagaimana kamu melepaskan melainkan
bagaimana kamu bertahan.

Mungkin akan tiba saatnya di mana kamu harus
berhenti mencintai seseorang, bukan karena orang
itu berhenti mencintai kita melainkan karena kita
menyadari bahwa orang iu akan lebih berbahagia
apabila kita melepaskannya.

kadangkala, orang yang paling mencintaimu adalah
orang yang tak pernah menyatakan cinta
kepadamu, karena takut kau berpaling dan
memberi jarak, dan bila suatu saat pergi, kau akan
menyadari bahwa dia adalah cinta yang tak kau
sadari

Monday, December 20, 2010

“The Season of the Witch is Here”

Season of the witch

Exclusive Screening –Season of The Witch
Synopsis
In the supernatural thriller Season of the Witch, Nicolas Cage stars as a 14th century Crusader who returns with his comrade (Ron Perlman) to a homeland devastated by the Black Plague. A beleaguered church, deeming sorcery the culprit of the plague, commands the two knights to transport an accused witch (Claire Foy) to a remote abbey, where monks will perform a ritual in hopes of ending the pestilence. A priest (Stephen Campbell Moore), a grieving knight (Ulrich Thomsen), an itinerant swindler (Stephen Graham) and a headstrong youth who can only dream of becoming a knight (Robert Sheehan) join a mission troubled by mythically hostile wilderness and fierce contention over the fate of the girl. When the embattled party arrives at the abbey, a horrific discovery jeopardizes the knight’s pledge to ensure the girl fair treatment, and pits them against an inexplicably powerful and destrustive force.

During my younger years, I love to read the Fairy Tale books. All the Happy Ending, the beautiful Princess, beautiful imaginary gowns



but then there was those ugly, scary witches. We could really imagine their face just like this



Who could give you nightmares every time you read those books, just imagine suddenly they came flying through your window on a broom, or poof! suddenly they're in your room with those ugly scary face....


aaaaaa

not all witches are scary....some are funny & cute





some are sexy too :D


but I wouldn't want to mess around with this pretty witches...they are beautiful but they are dangerous with their super power........

they could blow you to pieces...aaaa

TEGURAN

Penulis : Amir Syarif Hidayatullah
KotaSantri.com

Wahai Diri...
Wahai Diri yang kurang bersyukur...
Adakah kamu sudah mensyukuri nikmat dari Tuhanmu hari ini?
Adakah dalam desahan nafasmu kau sadari nikmat yang tak terbilang?
Adakah dalam tiap langkahmu kau hayati nikmat yang tak terhingga?
Adakah dalam semua kejadian hari ini kau maknai nikmat yang tak terhitung?

Wahai Diri...
Wahai Diri yang tidak pandai menata hati...
Adakah kamu menjalani hari ini dengan kesungguhan hati?
Adakah dalam tiap-tiap kegiatanmu kau mulai dengan niat yang tulus?
Adakah dalam setiap pekerjaanmu kau lakukan dengan ikhlas karenaNya?
Adakah dalam semua tugasmu kau harapkan keridhaanNya?

Wahai Diri...
Wahai Diri yang selalu mengingkari Taubat...
Adakah kamu terhindar dari melakukan dosa yang sering kau pohonkan ampunan dariNya?
Adakah dalam hari ini terjauh dari mengerjakan kemaksiatan?
Adakah dalam jam ini tercegah diri dari berbuat dosa?
Adakah dalam detik ini tertahan lisan dari menyakiti orang lain?

Wahai Diri...
Yang kurang bersyukur
Yang tidak pandai menata hati
Yang selalu mengingkari taubat
Kebanyakan jawabanmu adalah 'tidak'
Kebanyakan jawabanmu adalah 'belum'
Kebanyakan jawabanmu adalah 'masih'

Cukuplah 3 teguran hari ini
Agar kau tersadar
Agar kau teringat
Agar kau termenung
Bahwa dirimu perlu terus menerus dibina
Bahwa dirimu perlu terus menerus dididik
Bahwa dirimu perlu terus menerus disadarkan
Karena masih banyak teguran yang akan kusampaikan

Kisah 3 Anak Muda

Bismillah..

Abu Hurairah menceritakan, dia mendengar Rasulullah bercerita mengenai kisah 3 orang pemuda Bani Israel yang cacat, seorg sakit kusta, seorg berkepala botak dan seorg lagi buta. Allah ingin menguji mereka lalu mengirimkan malaikat menemui mereka.

Malaikat bertemu pemuda yang berpenyakit kusta dan bertanya, "Apakah yang paling kamu sukai?" Jawab pemuda itu, " Warna dan kulit yang bagus serta sembuh daripada penyakit yang menyebabkan orang jijik pada saya" Malaikat lalu mengusap kulit si pemuda dan sembuh dari penyakitnya. "Harta apa yang paling kamu sukai?" tanya Malaikat. "Unta" si pemuda lalu beroleh seekor unta bunting. Malaikat berdoa,"Moga Allah memberikan berkat dengan pemberian ini."

Malaikat pergi pula kepada pemuda kedua. si kepala botak dan bertanya,"Apa yang paling kamu sukai?" Kata pemuda , "Rambut cantik dan hilang aib yang menyebabkan org mentertawakan saya." Malaikat mengusap kepala si pemuda, lalu dia beroleh semula rambutnya yang gugur selama ini. Tanya Malaikat lagi, "Harta apa yang paling kamu sukai?" Si pemuda lalu meminta lembu bunting serta iringan doa malaikat.

Malaikat bertemu pula dengan pemuda yang buta..Dia bertanya apa yang dimahukan si buta, dan sudah pasti dia mahukan penglihatannya semula. Malaikat mengusap mata pemuda dan pemuda sudah boleh melihat semula. Lalu malaikat memberi seekor kambing kepada pemuda itu.

Haiwan ternakan 3 pemuda itu berkembang biak dan kehidupan mereka berubah menjadi senang. Beberapa lama kemudian malaikat yang sama datang menemui pemuda pertama, menyerupai seorg tua yang lemah. "Saya miskin, kehabisan bekalan, tiada tempat hendak dituju melainkan dengan pertolongan Allah melalui kamu..sudilah berikan saya bekalan untuk saya teruskan perjalanan."

Tetapi pemuda menjawab angkuh, "Saya banyak tanggungan." Malaikat berkata "Saya masih ingat kamu, kamulah si pesakit kusta!" Kata pemuda "Bukan, semua ini adalah warisan nenek moyang saya" Balas Malaikat, "Jika kamu dusta Allah akan kembalikan kamu kepada keadaan asal kamu!"

Malaikat pergi pula kepada pemuda kedua, pemuda itu juga dengan bongkak menolak kehadiran malaikat dan mengaku semua harta adalah warisan keluarga yang kaya raya. Kata Malaikat "Jika kamu dusta, Allah akan kembalikan kamu kepada keadaan asal. "

Akhir sekali Malaikat pergi kepada pemuda ke tiga. Kata Malaikat. "Saya miskin dan kehabisan bekalan dalam perjalanan, hanya dengan pertolongan kamu melalui Allah saya akan dapat sampai ke tempat tujuan, Saya memohon atas nama Allah yang telah memberikan kamu penglihatan yang baik, agar berikan saya seekor kambing supaya saya dapat sampai ke distinasiku"

Kata pemuda, "Dulu sya buta, kemudian Allah kembalikan penglihatan saya dan diberiNya ternakan ini. Ambillah sebanyak mana yang kamu perlukan dan tinggalkan bakinya untuk saya. Saya tidak keberatan sedikitpun terhadap segala yang kamu ambil kerana Allah"

Lalu Malaikat menjawab, "Tidak, simpanlah harta kamu, saya hanya mahu menguji, kamu orang yang diredai Allah, sedangkan dua rakan kamu dimurkai Allah!"

Thursday, December 9, 2010

Kelebihan Puasa 9 & 10 Muharam

Hadith-hadith tentang puasa hari ‘Asyura (10 Muharram)
Ibn ‘Abbas meriwayatkan yang bermaksud: “Apabila Nabi SAW datang ke Madinah, Baginda melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari ‘Asyura, lalu Baginda bertanya: "Apakah ini?". Mereka menjawab: “Hari ini adalah hari yang baik di mana Allah telah menyelamatkan padanya Nabi Musa dan Bani Israil daripada musuh mereka, maka Musa pun berpuasa”. Lalu Baginda SAW bersabda: "Aku lebih berhak dengan Musa daripada kamu," maka Baginda pun berpuasa dan menyuruh orang ramai supaya berpuasa”. (Riwayat al-Bukhari)

A’isyah r.a berkata (maksudnya): “Rasulullah SAW telah mengarahkan supaya berpuasa pada hari A’syura, dan apabila telah difardhukan puasa Ramadhan, maka sesiapa yang hendak berpuasa (hari A’syura) maka dia boleh berpuasa, dan sesiapa yang hendak berbuka maka dia boleh berbuka (tidak berpuasa)”. (Riwayat al-Bukhari & Muslim).

Daripada ‘Aisyah r.a berkata yang bermaksud: “Orang-orang Quraish di zaman jahiliyah berpuasa pada hari ‘Asyura, dan Rasulullah SAW juga berpuasa pada hari A’syura. Maka apabila Baginda datang ke Madinah, Baginda berpuasa pada hari itu dan menyuruh orang ramai berpuasa. Apabila difardhukan kewajipan puasa Ramadhan, ditinggalkan puasa pada hari ‘Asyura lalu Baginda bersabda: "Sesiapa yang mahu, maka dia boleh berpuasa, dan sesiapa yang tidak mahu berpuasa, maka dia boleh tinggalkannya". (Riwayat al-Bukhari & Muslim)

Inilah beberapa contoh hadith sahih yang menyebut tentang puasa pada hari ‘Asyura. Daripada hadith-hadith ini dapat difahami bahawa puasa pada hari ‘Asyura merupakan suatu perkara yang wajib sebelum daripada difardhukan puasa Ramadhan. Apabila difardhukan puasa Ramadhan pada tahun ke-2 Hijrah, maka kewajipan ini telah gugur. Namun ianya tetap digalakkan dan merupakan salah satu daripada sunnah yang sangat dituntut. Inilah antara kesimpulan yang disebut oleh al-Imam Ibn Hajar al-‘Asqalani (wafat 852H) dan al-Imam Muslim (wafat 676H) ketika menghuraikan hadith-hadith tentang puasa ‘Asyura ini.
(Rujuk Fath al-Bari, Kitab al-Saum, Bab Siyam Yaum ‘Asyura, 4/309, dan al-Minhaj Syarh Sahih Muslim, Bab Saum Yaum ‘Asyura’ 4/245).

Fadhilat Puasa Hari ‘Asyura
Sesungguhnya kelebihan yang dijanjikan oleh Rasulullah SAW bagi sesiapa yang mengamalkan puasa sunat ini amatlah besar. Antaranya ialah apa yang diriwayatkan oleh Qatadah (maksudnya): “Bahawasanya Rasulullah SAW ditanya tentang puasa hari ‘Asyura, lalu Baginda SAW menjawab: "Ia menghapuskan dosa setahun yang lalu". (Hadis sahih riwayat Imam al-Tirmizi).

Dalam riwayat yang lain pula disebutkan bagaimana Rasulullah SAW begitu mengambil berat dan memberi keutamaan kepada amalan puasa pada hari ‘Asyura ini. Hal ini sebagaimana yang disebut oleh Ibn Abbas bahawa beliau pernah ditanya tentang puasa pada hari ‘Asyura ini, lalu beliau berkata: “Aku tidak pernah ketahui bahawa Rasulullah SAW berpuasa sehari kerana mencari kelebihannya di atas hari-hari yang lain kecuali pada hari ini, dan Baginda tidak berpuasa sebulan kerana mencari kelebihan ke atas bulan-bulan yang lain kecuali bulan ini, iaitu: Ramadhan”. (Riwayat Imam Muslim)


Puasa Tasu’a (hari ke-9 Muharram)
Selain daripada berpuasa pada hari ‘Asyura ini, kita juga digalakkan untuk berpuasa pada hari sebelumnya iaitu hari ke-9 Muharram. Ini berdasarkan beberapa hadis sahih, antaranya ialah:

Daripada Ibn Abbas r.a berkata (maksudnya): “Ketika Rasulullah SAW berpuasa pada hari ‘Asyura, Baginda turut mengarahkan orang ramai supaya turut berpuasa. Lalu mereka berkata: Wahai Rasulullah! Sesungguhnya hari ini adalah hari yang dibesarkan oleh kaum Yahudi dan Nasrani. Lalu Rasulullah SAW bersabda lagi: "Sekiranya di tahun depan, jika diizinkan Allah, kita akan berpuasa pada hari ke-9". Ibn Abbas berkata: Tidak sempat munculnya tahun hadapan, Rasulullah SAW wafat terlebih dahulu.” (Riwayat Imam Muslim)

Daripada Ibn Abbas r.a berkata, bahawa Rasulullah SAW bersabda (maksudnya): "Sekiranya aku masih hidup hingga tahun hadapan, nescaya aku pasti akan berpuasa pada hari ke-9". (Riwayat Muslim).

Imam al-Nawawi (wafat 676H) dalam menghuraikan hadis-hadis ini telah menukilkan pendapat Imam al-Syafie dan ulamak di dalam mazhabnya, Imam Ahmad, Ishak dan yang lain-lain bahawa mereka semua ini berpendapat bahawa disunatkan berpuasa pada hari ke-9 dan hari ke-10, kerana Nabi SAW berpuasa pada hari ke-10 (‘Asyura) dan berniat untuk berpuasa pada hari ke-9 (tahun berikutnya). Imam al-Nawawi menyambung lagi: “Sebahagian ulamak berpendapat bahawa kemungkinan sebab digalakkan berpuasa pada hari ke-9 dengan hari ke-10 ialah supaya tidak menyamai dengan amalan kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada hari ke-10”. (Rujuk: al-Minhaj syarh Sahih Muslim, Bab al-Siyam, ( Beirut : Dar al-Ma’rifah , cet.7, 2000), jil 4, hal. 254).

Justeru, marilah kita merebut peluang pada kesempatan bulan yang mulia ini untuk menambahkan amalan kita dengan berpuasa sunat. Renungilah saranan yang diberikan oleh Rasulullah SAW seperti mana yang diriwayatkan oleh Jundub bin Sufian bahawa Rasulullah SAW bersabda (maksudnya): "Sesungguhnya solat yang paling utama selepas solat fardhu ialah solat pada waktu tengah malam dan puasa yang paling utama selepas puasa Ramadhan ialah puasa di bulan Allah yang kamu panggilnya Muharram".
(Hadis riwayat Imam al-Nasa’ie dengan sanad yang sahih).